Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Sering Bertengkar Setelah Punya Anak, Apa Sebabnya?

(c) shutterstock
Anak adalah anugerah paling indah dari sebuah perkawinan. Setidaknya itulah pernyataan dari pasangan menikah yang telah mempunyai anak.

Namun, tidak sedikit pula yang memiliki perasaan sebaliknya. Sebuah survei baru menyebutkan bahwa 1 dari 10 pasangan yang baru mempunyai anak lebih sering bertengkar dan tidak harmonis lagi, seperti dikutip dari Vemale.

Survey yang dilakukan oleh situs parenting Yano tersebut menyebutkan, 63 persen responden mengaku kehidupan seksnya mulai menurun sejak punya anak. Sedangkan sepertiga responden menyatakan lebih sering bertengkar sejak punya momongan.

Beban rumah tangga dan kebutuhan ekonomi yang meningkat juga disebut sebagai penyebab dari pertengkaran tersebut.

Ada pula yang mengaku bahwa sang suami sudah tidak tertarik lagi kepada sang istri setelah melahirkan.

Sedangkan sang istri merasa suami kurang berpartisipasi dan mengharap suami lebih bertanggung jawab dalam mengasuh anak.

Kehadiran seorang anak memang bisa menyita quality time kedua pasangan. Namun dengan meningkatkan komunikasi antar pasangan, mengurus si kecil bersama-sama, dan merayakan hari-hari penting bersama anak dan pasangan, maka Anda akan merasakan indahnya punya anak.

So, tidak perlu bertengkar.


(vemale)

8 Tanda Si Kecil Mulai Lapar

(foto: bundabalita.com)
Bayi yang baru lahir pasti belum tentu bisa berkomunikasi dengan berbicara. Cara paling efektif buat si kecil untuk berkomunikasi dengan Anda adalah dengan tangisan.Tangisan si kecil tak berarti selalu karena lapar atau buang air saja. Karena bisa jadi ia menangis dengan alasan lain, misalnya ingin dipeluk, kepanasan, atau merasa tak nyaman dengan tubuh, dan kondisi sekitarnya.

Supaya tak terkecoh atau salah menebak keinginan si bayi dan buru-buru menyusuinya, ada baiknya Anda mengetahui tanda-tanda yang diberikan bayi ketika ia sedang lapar atau haus. Ifa Amiruddin dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) dalam kelas New Parents Academy mengungkapkan beberapa tanda yang diberikan bayi saat ia ingin menyusu. Seperti dikutip dari Kompas.com, kenali 8 tanda-tanda si kecil mulai lapar berikut ini:

1. Ketika si kecil lapar, tidurnya akan mulai gelisah. Ia juga jadi sering meregangkan tubuh dan banyak bergerak.


2. Karena terlalu banyak bergerak, nafasnya akan menjadi tidak teratur dan pendek-pendek.

3. Tanda paling mudah yang diberikan si bayi saat ia lapar adalah, ia terus-terusan membuka mulutnya seperti ingin makan. Selain itu, ia juga akan menjilat-jilat atau memasukkan tangan ke dalam mulutnya.

4. Untuk memastikan apakah ia menangis karena lapar atau karena penyebab lainnya, Anda bisa menyentuh bibirnya. Jika ia membuka mulut saat bibirnya disentuh, ini berarti ia memang lapar.

5. Bayi akan menunjukkan gerakan-gerakan menghisap dengan mulut dan lidahnya saat lapar.

6. Bayi akan lebih gelisah dan sering memutar-mutar kepalanya ke segala arah untuk mencari payudara Anda.

7. Saat lapar, frekuensi suara tangisannya akan lebih sering. seiring dengan pergerakan kedipan matanya yang lebih sering dan cepat (rapid eye movement).

8. Ketika bayi menangis karena lapar, si ibu juga bisa merasakannya. Seringkali kondisi payudara ibu penuh ASI ini menjadi pertanda alami bahwa si kecil sudah lapar dan ingin segera menyusu.


(kompas)

8 Tips Atasi Mual Saat Hamil

perut mual-mual karena hamil
Mual-mual Saat Hamil (Foto: MorgueFile)
Ladies! Anda sudah berkeluarga dan sedang hamil, tips berikut ini sangat cocok bagi Anda yang sedang hamil dan sering mengalami mual-mual. Biasanya mual itu datangnya pagi hari yang begitu parah, dan pasti membuat ladies menjengkelkan, apalagi ladies lagi sebuk-subuknya menyiapkan sesuatu.

Mulai sekarang hilangkan mual tersebut dengan membaca tips berikut ini seperti dikutip dari Vemale.com.

1. Berolahraga

Percaya atau tidak, olahraga dapat membantu meringankan gejala mual dan bahkan mengobati morning sickness. Gerakannya tak perlu yang berat-berat, cukup gerakan ringan seperti berjalan kaki mengelilingi kompleks saja Anda sudah membantu membakar kalori. Dan apabila dokter memperbolehkan fisik Anda melakukan olahraga yang lebih berat lagi, Anda bisa mencoba bersepeda atau berenang.

Yang pasti, utamakan terlebih dahulu keselamatan Anda dan si bayi.

2. Akupuntur

Akupuntur atau tusuk jarum adalah metode yang dapat membantu meringankan gejala mual. Biasanya pengobatan alternatif ini bisa dilakukan di beberapa klinik alternatif yang dipercaya.

3. Permen asam

Konsumsi permen yang rasanya agak asam untuk membantu mengatasi dan meringankan mual di bulan-bulan pertama. Efeknya instant dan tidak memberikan efek negatif yang terlalu berbahaya. Hanya memang Anda juga tidak boleh mengonsumsi terlalu banyak agar asam lambung tidak meningkat tinggi.

4. Buah yang didinginkan

Simpan buah yang telah dipotong dan disimpan di box di dalam lemari pendingin. Apabila Anda merasa mual, maka suapkan beberapa potong buah tersebut. Rasa dinginnya akan membantu mengalihkan rasa mual, serta kandungan nutrisi dan asamnya membantu meringankan rasa mual tersebut.

5. Mengonsumsi jahe

Jahe adalah obat tradisional untuk mengatasi mual, Anda bisa mengunyahnya atau sekedar mencampurkan dalam teh hangat. Rasa hangatnya akan segera menyebar ke seluruh tubuh dan mual kemudian berkurang sedikit demi sedikit. Pun demikian, jahe tidak boleh dikonsumsi karena terasa panas.

6. Mengunyah permen peppermint

Anda juga boleh mengatasi rasa mual dengan mengunyah permen mint. Seperti halnya jahe, mint memberikan rasa dingin dan segar sehingga meringankan mual. Selain itu, aroma mint juga menyegarkan.

7. Tidur cukup

Pastikan Anda memiliki tidur cukup sehingga keesokan paginya bangun lebih fresh. Tidur sangat berhubungan erat dengan kesehatan tubuh, sehingga menjaga kualitas tidur sangat penting agar tubuh tetap segar.

8. Berada di ruangan dingin

Tetap berada di ruangan dingin akan menjaga suhu tubuh tetap imbang. Ibu hamil mudah merasa kepanasan, dan saat merasa panas rasa mual ini akan semakin meningkat. Untuk itu, buat agar ruangan atau kamar Anda tetap dingin dengan air conditioning atau kipas angin.


(vemale)

10 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil

10 Tips Puasa Bagi Ibu Hamil
(Foto: Morguefile)
Tips Puasa Bagi Ibu Hamil | hukum puasa bagi ibu hamil | puasa bagi ibu hamil muda | amankah puasa bagi ibu hamil | manfaat puasa bagi ibu hamil | puasa tak bahaya bagi ibu hamil | nutrisi ibu hamil saat puasa | hamil fidyah - Bagi Anda yang sedang hamil mungkin menjalankan ibadah puasa sangat berat, dan banyak tantangan yang bakal dihadapi. Dikutip dari Vemale.com, bila Anda sangat ingin menunaikan ibadah puasa, Anda wajib tau 10 tips berikut ini supaya Anda tetap fit dan aman bagi bayi yang sedang di kandung.
  1. Saat hamil, kesehatan fisik ibu jelas terganggu. Untuk itu pastikan konsultasi dengan dokter apabila Anda hendak menjalankan ibadah puasa saat sedang hamil.
  2. Hindari stres sebisa mungkin dan istirahat cukup sehingga masih dapat mengikuti ibadah puasa dengan nyaman.
  3. Morning sickness, identik dengan mual di pagi hari. Namun Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sehingga dokter dapat menyarankan nutrisi atau suplemen khusus untuk membantu mengatasi rasa mualnya.
  4. Pastikan Anda tidak terlalu terburu saat mengunyah makanan sehingga pencernaan tidak dipaksa bekerja tepat.
  5. Untuk ibu hamil, disarankan agar melakukan sahur menjelang waktu Imsak.
  6. Mencegah sembelit dengan cara alami, Anda bisa mengonsumsi kurma sehingga buang air besar tetap lancar.
  7. Disarankan pula agar ibu hamil tetap mengonsumsi protein hewani dari daging, ayam, ikan dan telur.
  8. Perbanyak pula makan buah dan sayuran sebagai sumber serat dan vitamin bumil sepanjang bulan Ramadan.
  9. Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak, dan lebih baik pilih karbohidrat berkualitas tinggi.
  10. Problem puasa bumil ini biasanya akan semakin pelik apabila bumil menderita komplikasi penyakit, misalnya seperti tekanan darah tinggi, gangguan ginjal dan hati, diabetes, menderita asma, atau mengandung bayi kembar. Nah, untuk kasus khusus semacam ini ada baiknya agar Anda benar-benar meminta pantauan dari dokter dan pemeriksaan khusus sehingga memungkinkan Anda untuk ikut berpuasa atau tidak.
Batalkan puasa jika

Apabila Anda mengalami pusing berlebihan, susah bernapas, pandangan kabur, serta gerakan lemah pada bayi, maka ada baiknya Anda membatalkan puasa demi menjaga kesehatan dan keselamatan ibu dan janin.

3 Cara Membuat Karpet Agar Awet

3 Cara Membuat Karpet Agar Awet
(Foto: Morguefile)
Cara Membuat Karpet Agar Awet | Cara menata dan merawat karpet | Tips sederhana membersihkan dan merawat karpet - Bila Anda tidak tepat dalam merawat karpet bisa jadi karpet Anda tidak bisa bertahan lama dan mudah rusak. Karena karpet merupakan salah satu barang yang harus ada dalam ruangan, bisa dibilang pelengkap ruangan rumah. Nah, seperti dilansir dari Helium via Wolipop, supaya karpet Anda awet, yuk baca 3 tips berikut ini.

1. Sering Dibersihkan
Karpet harus sering dibersihkan menggunakan penyedot debu/vacuum cleaner, terutama jika Anda baru saja memasang karpet. Meski tampak bersih, serat-serat pada karpet bisa tercampur dengan debu dan kotoran. Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran akan menumpuk. Selain tidak baik untuk kesehatan, kotoran yang menumpuk juga akan lebih cepat merusak karpet.

Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner minimal seminggu sekali. Fokuskan pada daerah yang sering dilewati orang, karena biasanya kotoran paling banyak menempel di area tersebut.

2. Jangan Berjalan dengan Kaki Telanjang
Banyak orang beranggapan bahwa berjalan di rumah tanpa alas kaki bisa membuat karpet bersih lebih lama. Namun anggapan itu tak sepenuhnya benar. Kaki mengeluarkan keringat dan minyak. Saat bersentuhan dengan karpet, minyak dan keringat menempel pada karpet sehingga menyebabkan debu dan kotoran mudah melekat. Sebaiknya kenakan kaus kaki atau slippers saat berjalan di atas karpet.

3. Hindari Cuci Karpet dengan Sabun
Sebaiknya jangan cuci karpet Anda dengan deterjen atau cairan pembersih yang mengandung sabun. Busa yang dihasilkan sabun akan meninggalkan sisa-sisa residu yang justru akan mengikat lebih banyak debu di karpet. Selain itu, residu sabun yang tertinggal juga bisa melemahkan serat karpet sehingga membuat karpet mudah robek atau rusak.

Bahan paling tepat untuk membersihkan karpet tanpa merusaknya, ternyata cukup mudah didapat, yaitu cuka putih. Campurkan satu botol cuka dengan satu galon air. Siramkan campuran tersebut ke atas karpet, sikat sebentar, lalu bilas dengan air bersih. Jangan khawatir rumah Anda akan berbau cuka, karena baunya akan hilang dalam 24 jam. Hanya pastikan karpet Anda tidak dalam keadaan lembab terlalu lama.